Proposal PTK Teknik Otomotif

Posted on Updated on

Proposal Penelitian Tindakan Kelas

Peningkatan Hasil Belajar Kompetensi Menjelaskan Konsep Motor Bakar  Melalui Penggunaan Media VCD (Video Compact Disc) Dalam Pembelajaran Di Kelas X Teknik Otomotif 1 SMK Negeri 2 Sungai Penuh

 

 

 

 

 

 

TUT

OLEH :

ARIF HARIANTO, S.Pd

GURU SMK NEGERI 2 SUNGAI PENUH

PEMERINTAHAN KOTA SUNGAI PENUH

DINAS PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN,  PEMUDA DAN OLAH RAGA

SMK NEGERI 2 SUNGAI PENUH

Jl. Raya Kayu Aro KM. 03 Sungai Liuk Kec. Pesisir Bukit Kota Sungai Penuh Propinsi Jambi  Kode Pos  37151

 Telp./Fax (0748)21070 / (0748) 21070   e-mail : stm_spn@Yahoo.co.id

2009

BAB I

PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang Masalah

Dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (KBK 2004 dan Standar Isi 2006) ditegaskan bahwa :
Tujuan Pendidikan Menengah Kejuruan adalah meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya

Untuk mewujudkan misi tersebut mempersyaratkan perlunya dilakukan perubahan terhadap pembelajaran yang berlangsung selama ini di sekolah/kelas, yaitu pembelajaran yang semula berorientasi pada guru menjadi pembelajaran yang berorientasi pada optimalisasi kompetensi peserta didik serta proses pencapaiannya. Perubahan tersebut perlu dilakukan karena pembelajaran yang berorientasi pada guru, keterlaksanaannya lebih bersifat indoktrinatif dengan menekankan pencapaian target kurikulum pada ranah pengetahuan saja. Pengembangan kemampuan psikomotorik dan afektif sangat diperlukan untuk kepentingan kehidupan jangka panjang.

     Kompetensi Motor Bakar Torak    merupakan salah satu kompetensi dasar dari standar kompetensi Menjelaskan Proses-Proses Mesin Konversi Energi pada mata pelajaran Dasar Kompetensi Kejuruan  yang harus dipelajari peserta didik di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)  program studi keahlian Teknik Otomotif dengan tujuanmembekali peserta didik dengan pengetahuan dasar teknik mesin. Pembelajaran motor bakar torak  ini  mengarahkan peserta didik agar memiliki dasar yang luas, kuat dan mendasar dibidang teknik otomotif sebelum mereka mempelajari mata pelajaran Kompetensi Kejuruan.

      Persoalan yang dihadapi oleh guru mata pelajaran pengetahuan dasar teknik mesin  adalah rendahnya hasil belajar terutama pada  kompetensi motor bakar torak. Hal ini terlihat dari nilai hasil ulangan harian pada   kompetensi motor bakar torak  kelas X Teknik Mekanik Otomotif tahun pelajaran 2008/2009, yaitu pada kelas X Teknik Mekanik Otomotif 1 dari 40 orang peserta didik, 29 orang mendapat nilai 5,00 – 6,50 (72,50%) dan 11 orang mendapat nilai 7,00 – 8,50 (27,50%), pada kelas X Teknik Mekanik Otomotif 2 dari 38 orang peserta didik, 25 orang mendapat nilai 5,00 – 6,50 (71,43%) dan dan 13 orang mendapat nilai 7,00 – 8,50 (20,57%).

Dari uraian diatas, terlihat bahwa nilai hasil belajar  Kompetensi Motor Bakar Torak masih banyak berada di bawah standar Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan yaitu 7,00.

Berdasarkan hal tersebut, maka peneliti menduga bahwa metode  pembelajaran dan  pemanfaatan media pembelajaran serta usaha yang dilakukan guru  selama ini belum efektif. Oleh karena itu perlu di terapkan suatu metode pembelajaran agar peserta didik lebih termotivasi dan aktif sehingga hasil belajar meningkat.

Cara yang dapat dilakukan dalam mengatasi masalah pembelajaran di antaranya dengan memanfaatkan media yang dapat membantu siswa mengembangkan kemampuannya dalam  kompetensi motor bakar torak. Dengan menggunakan media pendidikan, dapat merangsang siswa untuk lebih bergairah dalam mengikuti pelajaran. Pemanfaatan media dalam proses belajar mengajar merupakan salah satu cara guru untuk meningkatkan kemauan siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar. Selain itu, pemanfaatan media pendidikan akan membuat pembelajaran lebih bervariasi. Pembelajaran yang bervariasi akan menambah minat belajar siswa untuk mengikuti proses belajar mengajar dengan baik.

Berdasarkan manfaat media dalam proses belajar mengajar, maka sewajarnyalah guru memanfaatkan media sebagai alat untuk memudahkan siswa dalam memahami pelajaran sehingga proses belajar mengajar menjadi lebih efektif. Salah satu media yang dapat digunakan dalam pembelajaran standar kompetensi  motor bakar torak adalah dengan menggunakan media VCD (Video Compact Disc).

Melalui penggunaan media VCD yang tepat dalam proses pembelajaran, maka semua objek itu dapat disajikan kepada peserta didik, adanya interaksi langsung antara peserta didik dengan lingkungannya, keseragaman pengamatan, dapat menanamkan konsep dasar yang benar, kongkrit, dan realistis,  membangkitkan keinginan dan minat baru serta membangkitkan motivasi dan merangsang anak untuk belajar yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar.

Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka mendorong penulis untuk mengadakan penelitian yang berjudul ” Peningkatan Hasil Belajar Kompetensi Menjelaskan Konsep Motor Bakar  Melalui Penggunaan Media VCD (Video Compact Disc) Dalam Pembelajaran Di Kelas X Teknik Otomotif 1 SMK Negeri 2 Sungai Penuh”.

 

B. Identifikasi Masalah

  Berdasarkan latar belakang masalah, maka dapat dikemukakan beberapa identifikasi masalahnya, yaitu sebagai berikut :

  1. Media VCD belum digunakan dalam proses pembelajaran
  2. Metode pembelajaran yang diterapkan guru kurang tepat
  3. Interaksi antara guru dengan peserta didik dalam proses pembelajaran belum optimal.
  4. Sebagian besar peserta didik belum memiliki buku pelajaran/ modul.

C. Batasan Masalah

                Berdasarkan identifikasi masalah, maka masalah yang dibahas dalam penelitian ini dibatasi pada hasil belajar peserta didik dalam kompetensi Menjelaskan konsep motor bakar dengan menggunakan media VCD dalam proses pembelajaran di Kelas X Teknik Otomotif 1 SMK Negeri 2 Sungai Penuh Semester Genap Tahun Pelajaran 2009-2010.

D. Rumusan Masalah

                Berdasarkan latar belakang masalah dan batasan masalah yang telah diuraikan, dapat dirumuskan masalahnya adalah:

      Apakah  dengan menggunakan media VCD dalam proses pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar  kompetensi Menjelaskan konsep motor bakar ?

E. Tujuan penelitian

Tujuan penelitian tindakan ini adalah untuk  meningkatkan hasil belajar peserta didik pada kompetensi Menjelaskan konsep motor bakar pada peserta didik SMK.

Tujuan khusus dari penelitian ini untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada kompetensi Menjelaskan konsep motor bakar dengan menggunakan media VCD di kelas X Teknik Otomotif 1 SMK Negeri 2 Sungai Penuh.

F. Manfaat Penelitian

Penelitian tindakan ini memberi manfaat :

      1. Bagi peserta didik :

a.       Membantu peserta didik meningkatkan hasil belajar

b.      Membantu peserta didik  memahami konsep dan prinsip kerja motor bakar melalui tayangan media VCD.

      2. Bagi Guru :

a.       Meningkatkan pengetahuan dan pengalaman tentang metode pembelajaran

b.      Meningkatkan profesionalisme guru

c.       Meningkatkan kreatifitas dan inovasi dalam proses pembelajaran.

BAB II

KAJIAN TEORI DAN HIPOTESIS TINDAKAN

A.      Kajian Teori

 1. Hasil Belajar Kompetensi Menjelaskan Konsep Motor Bakar

      a. Hakekat  Belajar

Pembelajaran meliputi dua kegiatan yaitu belajar dan mengajar. Belajar mengacu pada kegiatan siswa sedangkan mengajar mengacu pada kegiatan guru.

Belajar pada hakekatnya adalah perubahan tingkah laku pada diri seseorang. Pengertian belajar ini para ahli psikologi pendidikan mengemukakan rumusan yang berlainan sesuai dengan bidang keahlian mereka masing-masing. Tentu saja mereka mempunyai alasan yang dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah.

Belajar (Usman, 1999:5) diartikan sebagai proses perubahan tingkah laku pada diri individu berkat adanya interaksi antara individu dan individu dengan lingkungannya, .

            Selanjutnya beberapa definisi belajar dapat dilihat pada uraian berikut,  (Djamarah,2008:13) :

1)    James O Whittaker merumuskan belajar sebagai proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman.

2)   Cronbach berpendapat bahwa belajar sebagai suatu aktifitas yang ditunjukan oleh perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman.

3)   Howard I. Kingskey mengatakan bahwa belajar adalah proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui praktik atau latihan.

4)   Slameto merumuskan pengertian belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungan.

           Walaupun terdapat perbedaan rumusan pengertian belajar, namun pada hakekatnya pendapat diatas mempunyai maksud dan tujuan yang sama yaitu belajar merupakan perubahan tingkah laku siswa setelah adanya interaksi dengan lingkungannya. Perubahan tersebut dapat berupa pengetahuan, kemampuan, kebiasaan, keterampilan maupun sikap melalui hubungan timbal balik antara siswa dengan lingkungannya.

           Dari definisi diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa belajar itu menimbulkan sesuatu perubahan tingkah laku dimana perubahan itu timbul karena adanya suatu tindakan atau kegiatan.

           Menurut Depdiknas (2008:3) menjelaskan cirri-ciri belajar, yaitu :

1)      Pelakunya adalah peserta didik yang bertindak belajar atau pembelajar.

2)      Tujuan belajar adalah memperoleh hasil belajar dan pengalaman hidup.

3)      Prosesnya terjadi secara internal pada diri pembelajar.

4)      Tempat belajar di sembarang tempat.

5)      Lama belajar sepanjang hayat.

6)      Syarat terjadinya belajar yaitu ada motivasi belajar yang kuat.

7)      Ukuran keberhasilan dari belajar adalah dapat memecahkan masalah.

8)      Faedah belajar bagi pembelajar adalah dapat mempertinggi martabat pribadi.

9)      Hasil belajar adalah dampak yang diperoleh dari pengajar

b. Hakekat Hasil Belajar

          Hasil belajar diperoleh melalui kegiatan guru yang terkait dengan pengambilan keputusan melalui penilaian kelas. Data yang diperoleh guru selama pembelajaranan berlangsung dapat dijaring dan dikumpulkan melalui prosedur dan alat penilaian yang sesuai dengan hasil belajar yang akan dinilai. Dari hasil belajar ini diperoleh profil kemampuan peserta didik dalam mencapai sejumlah kompetensi dasar.

            Untuk mengetahui penguasaan setiap siswa terhadap mata pelajaran tertentu maka perlu dilaksanakan evaluasi. Dari hasil evaluasi itulah akan dapat diketahui kemajuan siswa (Djamarah, 1994:2)

           Menurut Winarno Surahmad ( 1997 : 88 ) “Hasil belajar adalah hasil dimana guru melihat bentuk akhir dari pengalaman interaksi edukatif yang diperhatikan adalah menempatkan tingkah laku”.

           Kemampuan siswa dalam menguasai konsep pengetahuan yang disampaikan oleh guru akan bervariasi hal ini dapat dilihat dari hasil belajar yang diperoleh oleh siswa melalui penilaian. Hasil belajar yang bervariasi tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti yang dikemukakan oleh Sudjana (1988:31) yang mengemukaan hahwa “Hasil belajar yang dicapai oleh siswa dipengaruhi oleh dua faktor yakni faktor dalam diri siswa dan faktor yang datang dari luar diri siswa atau faktor lingkungan yang mempengaruhi hasil belajar siswa, karena kedua faktor tersebut mempunyai hubungan berbanding lurus dengan hasil belajar artinya semakin tinggi kemampuan siswa dan kualitas pengajaran semakin bagus hasil belajar yang dicapai oleh siswa.”

Dari beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar merupakan suatu hal yang dimiliki oleh peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran yang digunakan untuk menentukan tingkat keberhasilan peserta didik dalam menguasai dan memahami materi pelajaran.

Bloom (1976:201-207) membagi hasil belajar menjadi kawasan yaitu kognitif, afektif dan psikomotor. Kawasan kognitif berkenaan dengan ingatan atau pengetahuan dan kemampuan intelektual serta ketrampilan- ketrampilan. Kawasan afektif menggambarkan sikap-sikap, minat dan nilai serta pengembangan pengertian atau pengetahuan dan penyesuaian diri yang memadai. Kawasan  psikomotor adalah kemampuan–kemampuan menggiatkan dan mengkoordinasikan gerak. Kawasan kognitif dibagi atas enam macam kemampuan intelektual mengenai lingkungan yang disusun secara hirarkis dari yang paling sederhana  sampai kepada yang paling kompleks, yaitu (1) pengetahuan adalah kemampuan mengingat kembali hal-hal yang telah dipelajari, (2) pemahaman adalah kemampuan menangkap makna atau arti suatu hal, (3) penerapan adalah kemampuan mempergunakan hal – hal yang telah dipelajari untuk menghadapi situasi–situasi baru dan nyata, (4) analisis adalah kemampuan menjabarkan sesuatu menjadi bagian–bagian sehingga struktur organisasinya dapat dipahami, (5) sintesis adalah kemampuan untuk memadukan bagian–bagian menjadi satu keseluruhan yang berarti, (6) penilaian adalah kemampuan memberi harga sesuatu hal berdasarkan kriteria intern atau kelompok atau kriteria ekstern atapun yang ditetapkan lebih dahulu.

Berdasarkan pendapat-pendapat diatas maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar kompetensi Menjelaskan konsep motor bakar  adalah hasil dari pencapaian pembelajaran yang dilakukan peserta didik melalui berbagai teknik yang mampu mengungkapkan, membuktikan, atau menunjukan secara tepat bahwa tujuan pembelajaran kompetensi Menjelaskan konsep  motor bakar telah benar-benar dikuasai.

   c. Hakekat Kompetensi

          Kompetensi berarti suatu hal yang menggambarkan kualifikasi atau kemampuan sesorang, baik yang kualitatif maupun yang kuantitatif. (Usman, 1999:4).

      Selanjutnya Aristo (2008) mengutip beberapa pendapat tentang kompetensi yaitu :

1)      Mulyasa (2002) mengemukakan Kompetensi merupakan perpaduan dari pengetahuan, keterampilan, nilai, dan sikap yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak.

2)      Ashan (1981) mengemukakan bahwa kompetensi diartikan sebagai pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan yang dikuasai oleh
seseorang yang telah menjadi bagian dari dirinya, sehingga ia dapat
melakukan perilaku-perilaku kognitif, afektif, dan psikomotorik dengan
sebaik-baiknya.

3)      Finch & Crunkilton (1979), mengartikan kompetensi sebagai
penguasaan terhadap suatu tugas, keterampilan, sikap, dan apresiasi yang
diperlukan untuk menunjang keberhasilan.

        Dalam materi pelatihan KTSP dijelaskan bahwa Kompetensi adalah kemampuan bersikap, berpikir dan bertindak secara konsisten sebagai perwujudan dari pengetahuan, sikap dan keterampilan yang dimiliki siswa. (Depdiknas : 2008).

Gordon dalam (Aristo, 2008) menjelaskan beberapa aspek atau ranah yang terkandung dalam konsep kompetensi sebagai berikut: (1) Pengetahuan
(knowledge) yaitu kesadaran dalam bidang kognitif. (2) Pemahaman (understanding); yaitu kedalaman kognitif, dan afektif yang dimiliki oleh individu. (3) Kemampuan (skill); adalah sesuatu yang dimiliki oleh individu untuk melakukan tugas atau pekerjaan yang dibebankan kepadanya. (4) Nilai (value); adalah suatu standar perilaku yang telah diyakini dan secara psikologis telah menyatu dalam diri seseorang. (5) Sikap (attitude); yaitu perasaan (senang-tidak senang, suka-tidak suka) atau reaksi terhadap suatu rangsangan yang datang dari luar. (6) Minat (interest); adalah kecenderungan seseorang untuk melakukan sesuatu perbuatan.

      Dari pengertian tersebut, dapatlah disimpulkan bahwa kompetensi adalah hasil yang telah dicapai siswa melalui suatu kegiatan belajar sebagai perwujudan dari pengetahuan, sikap dan keterampilan dengan kondisi yang diprasyaratkan. Berkaitan dengan perumusan tersebut, maka kompetensi dapat dikenali melalui dari sejumlah hasil belajar dan indikator yang dapat diukur dan diamati.

       d. Konsep Motor Bakar

  Dasar Kompetensi Kejuruan merupakan salah satu mata pelajaran program studi keahlian Teknik Otomotif di SMK Teknologi dan Rekayasa   yang terdiri dari beberapa  standar kompetensi kompetensi  (Depdiknas, 2009), yaitu :

1). Memahami dasar-dasar mesin

2). Memahami proses-proses dasar pembentukan logam

3). Menjelaskan proses-proses mesin konversi energi, dengan kompetensi

      dasar :

a)        Menjelaskan konsep motor bakar

b)        Menjelaskan konsep motor listrik

c)        Menjelaskan konsep generator listrik

d)       Menjelaskan konsep pompa fluida

e)        Menjelaskan konsep kompresor

f)         Menjelaskan konsep refrigerasi

4). Menginterpretasikan gambar teknik

5). Menggunakan peralatan dan perlengkapan di tempat kerja

6). Menggunakan alat-alat ukur (measuring tools)

7) Menerapkan prosedur keselamatan, kesehatan kerja dan lingkungan tempat

            kerja. (Depdiknas, 2009), yaitu :

        Motor  adalah komponen yang menghasilkan tenaga putar pada kendaraan, sehingga kendaraan dapat berjalan. Motor bakar torak adalah motor yang Tenaga yang dihasilkan mesin berasal dari hasil proses pembakaran bahan bakar dan udara didalam ruang silinder (ruang bakar) yang telah di kompresikan oleh torak.

Motor bakar  adalah motor  yang proses pembakarannya terjadi didalam mesin itu sendiri (dalam ruang bakar)yang disebut juga dengan Mesin Pembakaran dalam (Internal Combustion Engine). Dan mesin yang proses pembakarannya di luar mesin seperti mesin uap, mesin turbin disebut dengan mesin pembakaran luar (External combustion Engine).(Depdikbud, 1986)

          Tujuan pembelajaran kompetensi Menjelaskan konsep motor bakar  adalah agar peserta didik memiliki kemampuan memahami, mengenal konstruksi dan cara kerja motor bakar  serta memahami motor 2 tak dan 4 tak. BNSP (2008:7).

2. Pembelajaran Dengan Menggunakan Media VCD (Video Compact Disc)

    a. Hakekat Pembelajaran

Pengertian pembelajaran (Depdiknas, 2008) adalah sebagai aktivitas mental/psikis dan fisik  yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan, menghasilkan perubahan pengetahuan, ketrampilan, nilai dan sikap, bersifat tetap dan membekas.  Pembelajaran bukan proses pemindahan pengetahuan melainkan suatu kegiatan yang memungkinkan Peserta didik membentuk  pengetahuan, mengkonstruksi makna secara jelas dan kritis dalam menghadapi fenomena baru dan menemukan cara-cara pemecahan permasalahan.

Proses pembelajaran meliputi kegiatan yang dilakukan guru mulai dari
perencanaan, pelaksanaan kegiatan sampai evaluasi dan program tindak lanjut
yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu yaitu
pengajaran (Suryosubroto, 1997:19).

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa proses pembelajaran  adalah suatu kegiatan atau proses yang mengandung serangkaian perbuatan guru dan peserta didik atas dasar timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif sehingga tingkah laku peserta didik berubah ke arah yang lebih baik untuk mencapai tujuan tertentu.

Dalam proses pembelajaran ada komponen-komponen yang perlu
mendapat perhatian (Gulo, 2002:8), antara lain: (1) Tujuan pengajaran. Tujuan pengajaran merupakan acuan yang perlu dipertimbangkan
untuk memilih strategi pembelajaran. (2) Guru. Masing-masing guru berbeda
dalam pengalaman, pengetahuan, kemampuan menyajikan pelajaran, gaya
mengajar, maupun wawasannya. Perbedaan ini mengakibatkan adanya
perbedaan dalam pemilihan strategi pembelajaran yang digunakan dalam
program pengajaran. (3) Siswa. Di dalam proses pembelajaran, siswa
mempunyai latar belakang yang berbeda-beda. Hal ini perlu dipertimbangkan
dalam menyusun suatu strategi pembelajaran yang tepat. (4) Materi Pelajaran.
Komponen ini merupakan salah satu masukan yang tentunya perlu
dipertimbangkan dalam proses pembelajaran. (5) Metode Pengajaran. Ada
berbagai metode pengajaran yang perlu dipertimbangkan dalam proses
pembelajaran. Ini perlu, karena ketepatan metode akan mempengaruhi bentuk
stretegi pembelajaran. (6) Media Pengajaran. Keberhasilan program pengajaran tidak tergantung dari canggih atau tidaknya media yang
digunakan, tetapi dari ketepatan dan keefektifan media yang digunakan oleh
guru. (7) Faktor Administrasi dan Finansial. Termasuk dalam komponen ini
ialah jadwal pelajaran, kondisi gedung dan ruang belajar, yang juga
merupakan hal-hal yang tidak boleh diabaikan dalam proses pembelajaran.

       b. Hakekat Media Pembelajaran

Semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, semakin itu pula mempengaruhi perkembangan dunia pendidikan khususnya dalam proses belajar mengajar. Karena belajar adalah suatu proses yang kompleks yang terjadi pada diri setiap orang sepanjang hayatnya. Proses belajar itu sendiri terjadi karena adanya interaksi antara seseorang dengan lingkungannya.

Untuk itu dalam mencapai tujuan belajar seperti yang diharapkan, dibutuhkanlah suatu media belajar sehingga diperoleh hasil sesuai harapan. Karena tujuan dibuatnya suatu media belajar adalah membantu guru dalam menyampaikan materi dengan lebih baik dan jelas sesuai fungsi sebagai faktor pendukung dalam proses pembelajaran.

1) Pengertian Media Pembelajaran

Menurut Aristo (2008:1) Makna umum dari media  adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan informasi dari sumber informasi kepada penerima informasi. Istilah media ini sangat populer dalam bidang  komunikasi.  Proses belajar mengajar pada dasarnya juga merupakan proses komunikasi, sehingga media yang digunakan dalam pembelajaran disebut media pembelajaran.

Banyak ahli yang memberikan batasan tentang media pembelajaran.  AECT misalnya, mengatakan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan. Gagne  mengartikan media sebagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang mereka untuk belajar. Senada dengan itu, Briggs mengartikan media sebagai alat untuk memberikan perangsang bagi siswa agar terjadi proses belajar, (Aristo, 2008:1)

Helmut Nolker (1988:35) menyatakan bahwa yang dimaksud dengan “media belajar adalah sarana penyampaian informasi yang harus diserap pihak yang belajar.”

 Sedangkan menurut Hamalik (1986:23) “media pendidikan adalah alat, metode dan teknik yang digunakan dalam rangka lebih mengefektifkan komunikasi dan interaksi antara guru dan siswa dalam proses pendidikan dan pengajaran di sekolah”.

Seels dan Richey (1994: 1 – 46) menjelaskan bahwa “media merupakan alat komunikasi, segala sesuatu yang membawa informasi atau pesan-pesan dari sumber informasi kepada penerimanya mencakup film, televisi, bahan cetak, radio, diagram, tabel dan sebagainya. Sedangkan yang dimaksud dengan media pembelajaran adalah mencakup semua bentuk media yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi dengan tujuan pembelajaran.”

Dari beberapa  pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan, dapat merangsang pikiran, perasaan, dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar pada diri peserta didik.

2) Fungsi Media Pembelajaran

             Media memiliki beberapa fungsi, (Sudrajad, 2008:2) diantaranya :

a)      Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan pengalaman yang dimiliki oleh para peserta didik. Pengalaman tiap peserta didik berbeda-beda, tergantung dari faktor-faktor yang menentukan kekayaan pengalaman anak, seperti ketersediaan buku, kesempatan melancong, dan sebagainya. Media pembelajaran dapat mengatasi perbedaan tersebut. Jika peserta didik tidak mungkin dibawa ke obyek langsung yang dipelajari, maka obyeknyalah yang dibawa ke peserta didik. Obyek dimaksud bisa dalam bentuk nyata, miniatur, model, maupun bentuk gambar – gambar yang dapat disajikan secara audio visual dan audial.

b)      Media pembelajaran dapat melampaui batasan ruang kelas. Banyak hal yang tidak mungkin dialami secara langsung di dalam kelas oleh para peserta didik tentang suatu obyek, yang disebabkan, karena : (a) obyek terlalu besar; (b) obyek terlalu kecil; (c) obyek yang bergerak terlalu lambat; (d) obyek yang bergerak terlalu cepat; (e) obyek yang terlalu kompleks; (f) obyek yang bunyinya terlalu halus; (f) obyek mengandung berbahaya dan resiko tinggi. Melalui penggunaan media yang tepat, maka semua obyek itu dapat disajikan kepada peserta didik.

c)      Media pembelajaran memungkinkan adanya interaksi langsung antara peserta didik dengan lingkungannya.

d)     Media menghasilkan keseragaman pengamatan

e)      Media dapat menanamkan konsep dasar yang benar, konkrit, dan realistis.

f)       Media membangkitkan keinginan dan minat baru.

g)      Media membangkitkan motivasi dan merangsang anak untuk belajar.

h)      Media memberikan pengalaman yang integral/menyeluruh dari yang konkrit sampai dengan abstrak.

  Penggunaan berbagai jenis  media dapat menarik perhatian peserta didik. Perhatian memegang peranan penting dalam proses pembelajaran. Semakin memperhatikan, hasil belajar akan lebih baik. Namun peserta didik seringkali mengalami kesulitan untuk memperhatikan atau berkonsentrasi dalam waktu yang lama. Agar perhatian peserta didik terkonsentrasi pada materi pelajaran perlu digunakan berbagai media untuk mengendalikan perhatian peserta didik.

3) Jenis Media Pembelajaran

Semakin sadarnya orang akan pentingnya media yang membantu pembelajaran sudah mulai dirasakan. Pengelolaan alat bantu pembelajaran sudah sangat dibutuhkan. Selain itu, dengan semakin meluasnya kemajuan di bidang komunikasi dan teknologi, serta diketemukannya dinamika proses belajar, maka pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pengajaran semakin menuntut dan memperoleh media pendidikan yang bervariasi secara luas pula.

Jenis-jenis Media Pembelajaran, (Sudrajad, 2008:3) yaitu :

a)      Media visual: Grafik, diagram, chart, bagan, poster, kartun, komik

b)      Media Audial: radio, tape recorder, laboratorium bahasa, dan sejenisnya

c)      Projected still media: slide, over head projector (OHP), in focus dan sejenisnya

d)     Projected motion media: film, televisi, video (VCD, DVD, VTR), komputer dan sejenisnya.

                   Sejalan dengan perkembangan IPTEK penggunaan media, baik yang bersifat visual, audial, projected still media maupun projected motion media bisa dilakukan secara bersama dan serempak melalui satu alat saja yang disebut multi media. Contoh: dewasa ini penggunaan komputer tidak hanya bersifat projected motion media, namun dapat meramu semua jenis media yang bersifat interaktif.

                   Kriteria yang paling utama dalam pemilihan media bahwa media harus disesuaikan dengan tujuan pembelajaran atau kompetensi yang ingin dicapai. Contoh : bila tujuan atau kompetensi peserta didik bersifat menghafalkan kata-kata tentunya media audio yang tepat untuk digunakan. Jika tujuan atau kompetensi yang dicapai bersifat memahami isi bacaan maka media cetak yang lebih tepat digunakan. Kalau tujuan pembelajaran bersifat motorik (gerak dan aktivitas), maka media film dan video bisa digunakan. Di samping itu, terdapat kriteria lainnya yang bersifat melengkapi (komplementer).

                   Menurut Nana sudjana (1991:104) dalam menentukan pilihan media :  (1) Menentukan jenis media dengan tepat. Artinya menentukan media mana yang sesuai tujuan. (2) Menetapkan subjek dengan tepat Artinya memperhitungkan tingkat kematangan dan kemampuannya. (3)  Menyajikan media dengan tepat Artinya teknik dan metode penggunaan media harus sesuai dengan tujuan, bahan, metode, waktu dan sarana yang ada. (4) Memperlihatkan media pada waktu, tempat dan situasi yang tepat Artinya menentukan waktu yang tepat dalam menampilkan media yang digunakan.

Media Pembelajaran yang dipilih diharapkan dapat mencakup aspek penglihatan (visual), pendengaran (auditif) dan gerak (motorik), karena selain bertujuan memudahkan peserta didik dalam belajar juga mampu menanamkan konsep. Semakin banyak indera, dan gerak anak yang terlibat dalam proses belajar semakin mudah anak belajar yang bermakna.

4) Media VCD (Video Compact Disc)

Media pembelajaran yang popular digunakan dalam proses pembelajaran  menggunakan media VCD karena sifatnya dapat mengakses berbagai macam data dan fasilitas untuk memotivasi siswa dalam belajar. Dalam mengenalkan dan menanamkan konsep proses kerja motor bakar torak kepada siswa melalui media VCD khususnya program power point yang telah dikemas dalam bentuk instruksi pengajaran sendiri yang berisi serangkaian contoh dan instruksi yang harus dikerjakan oleh siswa secara manual. Dalam program tersebut juga telah dilengkapi evaluasi untuk mengukur seberapa kadar pemahaman siswa terhadap konsep yang dipelajari. Disini peranan guru hanya sebagai fasilitator sehingga proses belajar lebih banyak aktifitas siswa.

Video berfungsi sebagai media pandang dengan (audio visual). Kelebihan penggunaan video compact disc, antara lain (1) dapat diputar berulang-ulang, (2) tayangan dapat dipercepat atau diperlambat, (3) tidak memerlukan ruang khusus, (4) pengoperasian alat relatif mudah, (5) keping VCD dapat digunakan berulang-ulang. Sementara itu kelemahan pemanfaatan video compact disc atau VCD, antara lain : (1) harus menggunakan listrik, (2) keping VCD mudah rusak apabila perawatan dan pengoperasian yang kurang baik, (3) produksi media ini tergantung pada peralatan canggih dan mahal. Dari kelemahan-kelemahan tersebut jika dibandingkan manfaat dan nilai kegunaan yang lebih besar maka dalam penerapan pembelajaran sebaiknya diupayakan sebagai program media yang dikembangkan di sekolah-sekolah. (Suryani, 2008).

Berdasarkan uraian diatas maka dalam pembelajaran kompetensi                     Menjelaskan konsep motor baker, media yang cocok digunakan adalah media VCD karena dapat menarik dan mengarahkan perhatian peserta didik untuk berkonsentrasi kepada materi pelajaran yang berkaitan dengan makna visual yang ditampilkan atau teks menyertai materi pelajaran sehingga dapat menenangkan peserta didik,  dapat mengubah emosi dan sikap peserta didik, memperlancar pencapaian tujuan untuk memahami dan mengingat pesan yang terkandung dalam bentuk gambar nyata  dan dapat mengakomodasikan siswa lemah dan lamban menerima dan memahami pelajaran.

                    Dalam penerapannya pada pembelajaran Kompetensi Menjelaskan konsep Motor Bakar, dengan menggunakan media VCD, seorang guru tinggal memilih materi yang sesuai dengan program atau tuntutan pembelajaran, guru selanjutnya menyiapkan Komputer/ laptop atau  CD player dan peralatan lain yang mendukung, kemudian menyampaikan pengantar materi pembelajaran seperlunya baru memutar CD player, berapa lama waktu pemutaran tergantung keperluan dan cepat lambatnya siswa menyerap materi pembelajaran tersebut. Dalam penggunaan media ini, diharapkan dapat mempermudah peserta didik dalam memahami dan  menyerap materi pembelajaran yang pada akhirnya  meningkatkan hasil belajar peserta didik.

B.       Kerangka Berpikir

             Bertolak dari pemikiran bahwa membawa peserta didik  aktif dalam pembelajaran akan memudahkan peserta didik menerima konsep yang harus dikuasainya maka secara otomatis langkah membawa peserta didik aktif dalam belajar ini merupakan suatu langkah yang efektif untuk menyampaikan suatu materi ajar.

Secara grafis pemikiran yang dilakukan oleh peneliti dapat digambarkan dengan bentuk diagram sebagai berikut

C.   Hipotesis Tindakan

          Melalui penggunakan media VCD (Video Compact Disc) dalam pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar kompetensi Menjelaskan motor bakar  di kelas X Teknik Otomotif 1 SMK Negeri 2 Sungai Penuh Semester Genap Tahun Pelajaran 2009/2010.”

 

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Setting Penelitian

1.      Tempat Penelitian

       Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan di Kelas X Teknik Otomotif 1 SMK Negeri 2 Sungai Penuh dengan jumlah peserta didik 40 orang, karena kelas tersebut tingkat kemampuannya rata-rata sedang dan peneliti  mengajar dikelas tersebut.

2.       Lokasi Penelitian

Nama sekolah        :       SMK Negeri 2 Sungai Penuh

              Alamat                  :       Jl. Raya Kayu Aro KM. 03 Sungai Penuh

                                                    Kota Sungai Penuh Provinsi Jambi

                                                    Telp. (0748) 21070      Fax (0748) 21070)

3.      Waktu Penelitian

            Penelitian ini  direncanakan selama 2 (dua ) bulan dimulai pada pertengahan bulan Januari  sampai dengan pertengahan bulan Maret 2010. Hal ini sesuai dengan program pembelajaran yang telah ditetapkan pada Struktur Pembelajaran Program Studi Keahlian Teknik Otomotif SMK Negeri 2 Sungai Penuh Tahun Pelajaran 2009/20101.

B. Subjek Penelitian 

            Subjek penelitian adalah peserta didik kelas X Mekanik Otomotif 1 SMK Negeri 2 Sungai Penuh dengan jumlah peserta didik 40 orang  laki-laki dengan tingkat kemampuan  rata-rata sedang.

C. Sumber Data

           Sumber data adalah siswa kelas X Mekanik Otomotif 1 tahun pelajaran

2009/2010 dengan jumlah peserta didik 40 orang.

D. Teknik Dan Alat Pengumpulan Data

     1. Teknik Pengumpul Data

          Teknik pengumpul data hasil belajar dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan teknik tes. Dan data hasil pengamatan dikumpulkan dengan teknik pengamatan (observasi). Observasi memungkinkan untuk mengetahui kesesuaian antara harapan dan kenyataan dari penelitian tindakan kelas. Observasi dilaksanakan secara komprehensif dalam kelas.

           Pengamatan dilakukan oleh teman serumpun dan guru lain dengan berpedoman pada format pengamatan menyeluruh (lihat lampiran).  Aspek-aspek dalam pengamatan meliputi: perilaku siswa waktu belajar, kegiatan diskusi siswa, partisipasi siswa dalam presentasi dan diskusi. Sehingga dapat diketahui secara jelas bagaimana aktifitas siswa selama proses pembelajaran.

   2. Alat Pengumpulan Data

                    Alat pengumpul data dalam penelitian ini adalah :

a. Tes

           Tes adalah seperangkat rangsangan (stimulus) yang diberikan kepada seseorang dengan maksud untuk mendapatkan jawaban yang dapat dijadikan dasar bagi penetapan skor angka. (Nurul Juriah, 2006:1984). Dalam penelitian ini jenis tes yang digunakan adalah adalah tes tertulis dalam bentuk soal objektif.

         Untuk mendapatkan tes yang baik maka dilakukan langkah-langkah sebagai berikut :

1)      Membuat kisi-kisi soal tes

2)      Menyusun soal tes sesuai dengan kisi-kisi soal tes

           b. Lembar Penilaian Proses Belajar

                            Lembar penilaian proses belajar dipergunakan untuk menilai peserta didik dalam ulangan harian. Lembar penilaian ini berupa format-format penilaian proses belajar mengajar.

          c.  Lembaran Observasi

            Lembar observasi digunakan untuk pengamatan kegiatan masing-masing siswa selama proses pembelajaran berlangsung.  Dalam penyusunan lembar observasi dilakukan langkah-langkah sebagai berikut:

1)          Menentukan indikator-indikator penilaian terhadap kegiatan siswa

         yang diamati selama proses pembelajaran berlangsung.

2)          Merancang lembar observasi yang akan digunakan.

E. Validasi data

          Validasi diperlukan agar diperoleh data yang valid. Pada penelitian ini data yang dikumpulkan adalah data hasil nilai ujian siklus I dan II dan data hasil pengamatan. Untuk mendapatkan data nilai ujian yang valid maka disusun kisi-kisi soal dan soal test. Data hasil pengamatan divalidasi melalui triangulasi sumber, yaitu data berasal dari siswa, pengamat (observer) dan peneliti sendiri.

F. Analisis data

 Data dianalisis secara deskriptif yaitu mengemukakan fakta-fakta dan temuan-temuan yang terjadi selama penelitian berlangsung. Analisis data bertujuan untuk melihat apakah terdapat peningkatan hasil belajar. Dalam analisis nilai digunakan rumus :

       a. Rata-rata hitung :    

            Keterangan :           rata-rata  tes

                                       nilai peserta tes

                                             N = Banyak peserta tes

       b. Dengan menggunakan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah

          ditetapkan  dalam  KTSP Teknik Otomotif SMK Negeri 2 Sungai Penuh tahun pelajaran  2009, yaitu :

1)  Peserta didik dikatakan tuntas belajar secara individu, jika peserta didik tersebut telah menguasai 70% dari materi yang diuji.

                  2)  Peserta didik dikatakan tuntas secara klasikal bila 85% dari seluruh pengikut tes sudah menguasai 70% dari materi yang diujikan.

G. Prosedur Penelitian

                    Sesuai dengan masalah yang diteliti, maka jenis penelitian yang dilakukan ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Menurut Suhardjono (1996:58) “Penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) adalah penelitian tindakan yang dilakukan dikelas dengan tujuan memperbaiki atau meningkatkan mutu praktik pembelajaran.” . Intinya dari penelitan tindakan adalah adanya tindakan dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan praktis pengajaran. Penelitian tindakan kelas bermuara pada persoalan-persoalan yang dihadapi guru di kelas.

         Desain penelitian ini menggunakan empat tahapan yang lazim dilalui, yaitu :  (1) perencanaan (2) tindakan (3) observasi dan (4) refleksi. (Suharsimi A. 2006:16)

Prosedur penelitian ini direncanakan terdiri dari 2 siklus. Tiap siklus dilaksanakan berdasarkan indikator yang ingin dicapai pada setiap faktor yang diselidiki. Untuk mendapatkan pemahaman awal siswa tentang motor bakar torak maka dilakukan tes awal yang hasilnya  akan dijadikan tolok ukur dalam menetapkan tindakan.

Hal-hal yang perlu dilakukan sebelum pelaksanaan tindakan :

  1. Menentukan kelas yang akan digunakan untuk penelitian
  2. Menentukan dan menyusun perangkat pembelajaran, meliputi: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), daftar hadir dan daftar penilaian peserta didik.
  3. Menentukan standar kompetensi yang sesuai dengan metode  menggunakan Media VCD.
  4. Menyusun bahan ajar dalam bentuk Power Point dan Video/ gambar animasi yang mendukung materi ke VCD.
  5. Menyiapkan alat, bahan dan sumber belajar yang akan digunakan dalam proses pembelajaran, meliputi : komputer/laptop, LCD, CD, buku penunjang dan modul pembelajaran.
  6. Menyiapkan instrumen observasi : lembaran format penilaian, lembar observasi dan lain-lain.
  7. Menyiapkan alat evaluasi : kisi-kisi soal, soal-soal tes tertulis, kunci jawaban, lembar jawaban.
  8. Refleksi pada setiap siklus.

1.     Perencanaan Siklus

Siklus I

Perencanaan Kompetensi

/Materi Ajar

Mengenal konstruksi, nomenklatur dan cara kerja motor bakar torak

§Mekanisme torak engkol.

§Langkah-langkah pada motor bakar torak.

§Fungsi setiap bagiannya.

 

Program Pembelajaran

§  Merencanakan pembelajaran yang ditetapkan dalam proses pembelajaran

§  Menentukan standar kompetensi dan kompetensi dasar

§  Menyiapkan bahan ajar dan sumber belajar

§  Mengembangkan skenario pembelajaran

§  Membuat test untuk mengetahui sejauhmana daya serap peserta didik pada materi itu

§  Mempersiapkan media (CD) pembelajaran motor bakar torak yang berhubungan dengan materi ajar saat itu.

§  Mengembangkan format observasi pembelajaran

Tindakan

Menerapkan tindakan yang mengacu pada skenario pembelajaran

Pengamatan

Melakukan observasi selama kegiatan pembelajaran dengan menggunakan format observasi

Mengevaluasi hasil tindakan dengan menggunakan format penilaian

 

Refleksi

§  Melakukan observasi tindakan yang telah dilakukan

§  Memperbaiki pelaksanaan tindakan sesuai hasil evaluasi untuk digunakan pada siklus berikuitnya.

Siklus II

Perencanaan Kompetensi dasar/ materi ajar

Mengenal siklus motor 2 dan 4 langkah

§  Siklus udara ideal motor Otto dan Diesel 2 dan 4 langkah serta perbandingannya dengan siklus sebenarnya

 

§Menetapkan/merumuskan keunggulan dan kelemahan yang dicapai pada kegiatan siklus 1.

§Meninjau kembali Rencana pembelajaran pada pada materi kontruksi dan cara kerja motor bakar torak

§Mengevalusi kembali media VCD, lembar observasi untuk kegiatan siswa dan guru, alat evaluasi penilaian proses dan hasil belajar yang telah disiapkan

§Pengembangan program tindakan siklus II

Tindakan

Pelaksanaan program tindakan siklus II

Pengamatan

Pengumpulan data tindakan siklus II

Refleksi

Evaluasi tindakan siklus II

 

2. Distribusi Pembagian Waktu Pembelajaran Pada Setiap Siklus

Siklus I

No

Materi Pokok

Pertemuan Ke

1

2

3

4

1

Konstruksi Motor Bakar Torak

 

 

 

 

2

Cara Kerja Motor 2 Tak

 

 

 

 

3

Cara kerja Motor 4 tak

 

 

 

 

4

Evaluasi ( Post test )

 

 

 

 

 

Siklus II

No

Materi Pokok

Pertemuan Ke

1

2

3

4

1

Komponen Utama Motor Bakar

 

 

 

 

2

Fungsi Komponen Motor bakar

 

 

 

 

3

Prinsip kerja Motor Diesel

 

 

 

 

4

Evaluasi ( Post Test)

 

 

 

 

 

3. Jadwal Penelitian  

 

Tabel 1 JADWAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS

No.

Kegiatan Penelitian

Januari

Februari

Maret

Ketera

Ngan

1

2

3

4

1

2

3

4

1

2

3

4

1.

 Pra Penelitian Tindakan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2.

 Pelaksanaan Siklus I

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 a.  Perencanaan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 b.  Pelaksanaan

      Tindakan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 c.  Pengamatan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 d.  Refleksi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3.

 Pelaksanaan Siklus II

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 a.  Perencanaan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 b.  Pelaksanaan

      Tindakan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 c.  Pengamatan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 d.  Refleksi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

5.

 Penyusunan laporan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4. Indikator aktifitas peserta didik dalam pembelajaran

Indikator Aktifitas Peserta didik

Nama Peserta didik

KSR

KR

KS

KT

KST

·       Memperhatikan tayangan materi pelajaran

·       Mengajukan pertanyaaan dan mengeluarkan pendapat

·       Mendengarkan uraian materi yang disampaikan oleh guru

·       Mencatat materi dan menulis laporan hasil diskusi

·       Bersemangat dalam menyelesaikan tugas yang diberikan guru, menjawab pertanyaan dan berdiskusi.

Keterangan :

KSR    = Kategori sangat rendah        (0% – 34%)

KR      = Kategori rendah                   (35% – 54%)

KS       = Kategori sedang                   (55% – 69%)

KT       = Kategori tinggi                     (70% – 84%)

KST     = Kategori sangat tinggi         (85% – 100%)

 

5. Pelaksanaan Tindakan

Siklus I:

a.     Menerapkan tindakan yang mengacu pada skenario pembelajaran.

b.    Pada tahap ini semua Media sudah siap di operasikan , guru menayangkan materi yang didalamnya sudah ada Tujuan yang akan dicapai pada Kompetensi tersebut.

c.     Kemudian guru menyampaikan apersepsi, Kegiatan inti dan kegiatan Akhir

d.    Materi pokok pada siklus pertama :

1)      Konstruksi motor bakar torak

2)      Cara kerja motor 2 tak

3)      Cara kerja motor 4 tak

 

Siklus II:

a.     Menerapkan tindakan yang mengacu pada skenario pembelajaran.

b.     Pada tahap ini semua Media sudah siap di operasikan , guru menayangkan materi itu yang didalamnya sudah ada Tujuan yang akan dicapai pada Kompetensi Dasar di materi itu.

c.     Kemudian guru menyampaikan apersepsi, Kegiatan inti dan kegiatan Akhir.

d.    Materi pokok pada siklus pertama :

1)    Konstruksi motor bakar torak

2)    Cara kerja motor 2 tak

3)    Cara kerja motor 4 tak

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s