PTK Teknik Otomotif SMK

Peningkatan Kualitas Pembelajaran Praktik Pemeliharaan/Servis Engine dan Komponen-komponennyaDengan Metode Tugas Proyek di  Kelas XI Program KeahlianTeknik Mekanik Otomotif  SMK Negeri 2 Sungai Penuh Propinsi Jambi 

Oleh : Arif Harianto, S.Pd

BAB I

PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang Masalah

           Pendidikan kejuruan mempunyai kaitan erat dengan dunia kerja, maka pembelajaran praktik memegang peranan penting untuk membekali lulusannya agar mampu beradaptasi dengan lapangan kerja. Oleh karena itu mereka harus dibentuk melalui serangkaian latihan atau pembelajaran praktik yang hampir menyerupai dunia kerja. Pada pengajaran praktik kejuruan, ketrampilan kerja membutuhkan latihan secara rutin, bila dilatih secara langsung dengan peralatan sebenarnya maka akan menghasilkan benda kerja sesuai dengan perencanaan.

     1

          Kompetensi kejuruan teknik mekanik otomotif merupakan mata pelajaran produktif pada program keahlian teknik mekanik otomotif yang merupakan bagian dari pendidikan menengah kejuruan, bertujuan menyiapkan siswa (1) memasuki lapangan kerja serta dapat mengembangkan sikap profesional dalam lingkup bidang keahlian teknik otomotif, (2) mampu memiliki karir, mampu berkompetensi, dan mampu mengembangkan diri dalam lingkup bidang keahlian tektik otomotif, khususnya dalam teknik mekanik otomotif, (3) menjadi tenaga kerja tingkat menengah, untuk mengisi kebutuhan dunia kerja dan industri pada saat ini maupun masa yang akan datang dalam lingkup bidang keahlian teknik otomotif, (4) menjadi warga negara yang produktif, dan kreatif.

     Demikian pula, dengan pengajaran praktik di program keahlian teknik mekanik otomotif, disajikan agar para siswa memiliki pengetahuan dan ketrampilan kerja. Namun dalam kenyataannya berdasarkan pengalaman sebagai pengajar praktik teknik otomotif di SMK Negeri 2 Sungai Penuh , ternyata hasil belajar praktik siswa masih rendah. Ini terlihat dari hasil ujiansiswa kelas XI Teknik Mekanik Otomotif pada semester ganjil tahun 2007-2008 pada kompetensi pemeliharaan/servis engine dan komponen-komponennya yaitu dari 36 orang siswa hanya 9 orang (25%) yang memperoleh nilai diatas 70,00 (tuntas) yang diatas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) produktif yang ditetapkan. Sisanya 75% belum mampu mengusai tujuan pengajaran yang diharapkan.

    Berdasarkan analisis dan proses identifikasi, rendahnya hasil pengajaran praktik pemeliharaan/servis engine dan komponen-komponennya tersebut disebabkan oleh penerapan metode pengajaran praktik yang kurang tepat. Dalam pengajaran praktik pengajar cenderung menggunakan metode ceramah bengkel, yang lebih banyak menggunakan media yang bersifat verbal. Penggunakan metode ceramah bengkel ini, tentu disebabkan oleh beberapa hal antara lain (1) media pengajaran praktik bengkel belum tersedia secara memadai, (2) jumlah siswa dalam satu kelas tidak sebanding dengan kapasitas peralatan dan ruang praktik yang ada.

     Dengan kondisi pengajaran yang demikian, sangat sulit bagi guru untuk meningkatkan hasil pengajaran secara optimal.  Oleh karena itu guna meningkatkan hasil pengajaran secara optimal perlu dilakukan penerapan metode pengajaran yang sesuai dengan karakteristik pengajaran praktik kerja kejuruan. Berdasarkan atas kajian – kajian teoritik dan pengamatan emperik, bahwa metode pengajaran praktik kerja kejuruan yang sesuai untuk memecahkan masalah tersebut adalah menerapkan pembelajaran praktik metode tugas proyek.

          Metode tugas proyek bertujuan untuk memantapkan pengetahuan yang dimiliki siswa, dan memungkinkan juga siswa memperluas wawasan pengetahuannya dari suatu mata pelajaran tertentu. Pengetahuan yang diperoleh siswa menjadi lebih berarti dan kegiatan belajar  mengajar akan lebih menjadi menarik, karena pengetahuan itu lebih bermanfaat baginya untuk megapresiasikan lingkungannya, memahami serta memecahkan masalah yang dihadapinya dalam kehidupan sehari-hari. Disamping itu bentuk tugas proyek yang dirancang tersebut, harus memberi kemungkinan bagi siswa untuk saling bekerjasama seoptimal mungkin antara sesama anggota kelompok.

           Berdasarkan permasalahan diatas maka penulis melakukan penelitian tindakan kelas dengan judul ” Peningkatan Kualitas Pembelajaran Praktik Pemeliharaan/Servis Engine dan Komponen-komponennyaDengan Metode Tugas Proyek di  Kelas XI Program KeahlianTeknik Mekanik Otomotif  SMK Negeri 2 Sungai Penuh Propinsi Jambi  .

B. Identifikasi Masalah

         Berdasarkan latar belakang masalah, maka dapat dikemukakan beberapa identifikasi masalahnya, yaitu sebagai berikut :

1.      Penerapan metode pengajaran praktik yang kurang tepat.

2.      Dalam pengajaran praktik guru cenderung menggunakan metode ceramah bengkel.

3.      Media pengajaran praktik bengkel belum tersedia secara memadai.

4.      Peralatan praktik yang belum mencukupi.

C. Batasan Masalah

          Berdasarkan identifikasi masalah, maka masalah yang dibahas dalam penelitian ini dibatasi pada peningkatan kualitas pembelajaran  praktik pemeliharaan/servis engine dan komponen-komponennya dengan metode tugas proyek di  Kelas XI Teknik Mekanik Otomotif 1 SMK Negeri 2 Sungai Penuh Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2008-2009.

D. Rumusan Masalah

                Berdasarkan latar belakang masalah dan batasan masalah yang telah diuraikan, dapat dirumuskan masalahnya adalah:

      ” Apakah dengan penerapan metode  tugas proyek dalam pembelajaran praktik pemeliharaan/servis engine dan komponen-komponennya dapat meningkatkan kualitas pembelajaran siswa Kelas XI Program KeahlianTeknik Mekanik Otomotif 1 SMK Negeri 2 Sungai Penuh Propinsi Jambi?”

E. Tujuan penelitian

  Tujuan penelitian tindakan ini adalah untuk  meningkatkan kualitas dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran praktik pemeliharaan/servis engine dan komponen-komponennya melalui penerapan metode tugas proyek di SMK.

Tujuan khusus dari penelitian ini untuk meningkatkan kualitas dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran praktik pemeliharaan/servis engine dan komponen-komponennya melalui penerapan metode tugas proyek di kelas XI Teknik Mekanik Otomotif 1 SMK Negeri 2 Sungai Penuh.

F. Manfaat Penelitian

Penelitian tindakan ini memberi manfaat :

      1. Bagi peserta didik :

a.       Membantu siswa meningkatkan hasil belajar praktik

b.      Membantu siswa  memahami praktik pemeliharaan/servis engine dan komponen-komponennya melalui  penerapan metode tugas proyek

       2. Bagi Guru :

a.       Meningkatkan pengetahuan dan pengalaman tentang metode pembelajaran praktik

b.      Meningkatkan profesionalisme guru

c.       Meningkatkan kreatifitas dan inovasi dalam proses pembelajaran praktik.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A.  Tinjauan Tentang Pembelajaran Praktik di SMK

 

            Dalam pelaksanaan program pendidikan kejuruan, pembelajaran praktik memegang peran yang sangat penting. Melalui kegiatan pembelajaran praktik, siswa akan dapat menguasai ketrampilan kerja secara optimal. Pembelajaran praktik kejuruan pada dasarnya adalah proses belajar mengajar yang dilakukan pada pelajaran bidang studi kejuruan seperti teknik mesin, teknik otomotif,  teknik sipil dan sebagainya.

        Menurut Staar  ( 1982:21 ) menyatakan bahwa “Pendidikan kejuruan mempunyai kaitan erat  dengan dunia kerja atau industri maka pembelajaran dan pelatihan praktik memegang peranan kunci untuk membekali lulusannya, sehingga mampu beradabtasi dengan lapangan kerja.”

        Dengan demikian mereka harus dibentuk melalui serangkaian latihan atau pembelajaran dan pelatihan praktik yang hampir menyerupai dunia kerja.         Nolker ( 1983 : 28 ) mengatakan bahwa “Hal yang paling penting dalam pembelajaran dan   pelatihan praktik bengkel adalah penguasaan ketrampilan prkatis, serta pengetahuan dan perilaku yang bertalian langsung dengan ketrampilan itu.”

6

        Agar siswa mampu menguasai keterampilan – keterampilan kerja yang diharapkan, maka pengajaran harus menerapkan bahwa metode – metode mengajar praktik yang sesuai dengan pembelajaran dan pelatihan praktik.

        Riyanto ( 1988 :  26 ) mengatakan bahwa:

 “Dalam proses belajar mengajar praktik metode mengajar merupakan salah satu factor yang menentukan keberhasilan program. Dalam program pendidikan kejuruan pada dasarnya pembelajaran praktik kejuruan meliputi tiga tahap yaitu; (a) tahap pertama pembelajaran praktik dasar kejuruan yang umumnya dilaksanakan disekolah,(b) tahap kedua praktik ketrampilankejuruan dengan metode proyek yang umumnya dilaksanakan disekolah juga, dan (c) tahap ketiga pembelajaran praktik ktrampilan kejuruan dengan metode praktik industri atau pendidikan system ganda (PSG) yang harus dilakukan di Industri. “

B. Tinjauan Tentang Metode Tugas Proyek

     1. Hakikat Metode Tugas Proyek

           Model pembelajaran praktik pelatihan industri, pada dasarnya membahas tentang metode pembelajaran praktik yang bersifat dasar. Artinya metode-metode tersebut membahas tentang cara bagaimana mengajar ketrampilan-ketrampilan dasar kejuruan. Jadi metode temasuk belum membahas tentang bagaimana  cara mengajarkan ketrampilan-ketrampilan yang  bersifat komplek,.

           Menurut Nolker & Schoenfeldt ( 1983:32) menyatakan bahwa:

 ”Metode-metode mengajar ketrampilan dasar kejuruan seperti itu memiliki kelemahan antara lain: (1) tidak sepenuhnya dapat membekali kemampuan atau keterampilan guna menghadapi situasi kritis dalam propesi, (2) menyebabkan siswa tergantung pada pengajar,(3) merintangi perkembangan kemampuan untuk bekerja sama, (4) tidak mengetengahkan problem-problem komplek yang dijangkaunya melampaui batas-batas bidang profesi sendiri.”

         Mengingat dalam kenyataannya  bentuk-bentuk keterampilan dalam bidang kejuruan bersifat  komplek, maka penguasaan terhadap metode yang terdahulu saja tidak cukup untuk mengajar bidang praktik keterampilan kejuruan. Sehingga untuk mengajar keterampilan kejuruan yang bersifat komplek diperlukan pula suatu metode khusus, dan metode yang tepat untuk mengajar keterampilan kejuruan yang bersifat komplek adalah metode proyek.

     Misalnya dalam proses pembelajaran praktik kejuruan teknik otomotif, untuk bisa melaksanakan pekerjaan menservis mesin siswa tidak cukup hanya mengenal dan memahami prinsip kerja engine dan komponen-komponennya, mempelajari konstruksi dan fungsi  komponen-komponen engine tetapi siswa juga harus bisa mengidentifikasi peralatan pemeliharaan/servis engine sesuai spesifikasi pabrik, memahami prosedur pemeliharaan/servis engine dan komponen-komponennya dan melakukan pemeliharaan/servis engine dan komponen-komponennya/tune up sesuai Standart Operasional Prosedur (SOP).

         Menurut Semiawan (1987:74) ”Metode proyek bertujuan untuk memantapkan pengetahuan yang dimiliki siswa, dan memungkinkan juga siswa memperluas wawasan pengetahuannya dari suatu mata pelajaran tertentu.” Pengetahuan yang diperoleh siswa menjadi lebih berarti dan kegiatan belajar  mengajar akan lebih menjadi menarik, karena pengetahuan itu lebih bermanfaat baginya untuk megapresiasikan lingkungannya, memahami serta memecahkan masalah yang dihadapinya dalam kehidupan sehari-hari.

        Sementara itu  Menurut Nolker & Schoenfeldt (1983:32) menyatakan  bahwa: ”Karakteristik penting dari metode proyek adalah siswa dapat menerapkan berbagai keterampilan teori dan praktik yang dimiliki guna menanggulangi gugus tugas kongkret dan berfaedah dengan berhasil.”

         Pada pihak lain Semiawan (1987:84) mengatakan bahwa ”Prinsip metode proyek adalah membahas suatu tema ditinjau dari berbagai mata pelajaran sehingga terbentuk suatu kaitan yang serasi dan logis antara pokok bahasan berbagai mata pelajaran.”

         Mengingat prinsip metode tugas proyek diatas, maka tentu sebelum penggunaan metode proyek dalam suatu kegiatan belajar siswa sudah memiliki  beberapa keterampilan atau menguasai pokok-pokok bahasan yang berkaitan. Dengan kata lain siswa harus telah memilikipengetahuan awal yang berkaitan dengan tugas-tugas yang dikerjakan, sehingga pada pelaksanaan kerja proyek siswa secara langsung dapat menerapkan semua pengetahuan serta keterampilan dalam latar yang sesungguhnya.

Menurut Nolker & Schoenfeldt (1983:32) menyatakan bahwa :

”Prinsip metode proyek yang sangat khas, maka ada persyaratan-persyaratan tertentu yang harus dipenuhi agar metode pelatihan industri dengan pendekatan proyek dapat diterapkan antara  lain: (1) sasaran yang harus dicapai berupa penyelesaian suatu problem  yang komplek, (2) para peserta proyek memiliki  kebebasan seluas  mungkin, untuk mengadakan penentuan mengenai subyek, perencanaan, pelaksanaan serta penerapan proyek, (3) dalam proyek, keputusan diambil berdasarkan konsensus, pengajar atau instruktur berintegrasi dalam kelompok proyek, (4) diadakan pertalian antara teori dan praktik, (5) diperlukan keterampilan mengenai lebih dari satu bidang guna  menyelesaikan problem yang ditimbulkannya, (6) pekerjaan proyek dibagi  dalam kelompo-kelompok, (7) sasaran proyek adalah menghasilkan sesuatu yang nyata dan berfaedah.”

        Berpijak pada uraian di atas, maka dalam pelaksanaan pengajaran praktik keterampilan kejujuran dengan metode proyek, proyek apa yang akan  dibuat atau dikerjakan siswa harus sudah jelas. Dalam perencanaan pembelajaran praktik bentuk proyek yang akan dibuat harus sudah dibuat  sedetail mungkin sehingga siswa akan mudah memahami apa-apa yang akan dikerjakan. Disamping itu bentuk proyek yang dirancang tersebut, harus memberi kemungkinan bagi siswa untuk saling bekerjasama seoptimal mungkin antara sesama anggota kelompok.

    2. Tahap-tahap Pendekatan Proyek

           Dalam proses pembelajaran metode proyek terdapat tahap-tahap  yang harus dilakukan, agar pelaksanaan seluruh proses kegiatan metode proyek dapat berhasil. Sama prinsipnya seperti pembelajaran pada umumnya, metode proyek terdiri atas tiga tahap utama, yaitu :

a.  Tahap perencanaan pembelajaran proyek

b.  Tahap pelaksanaan pembelajaran proyek

c.  Tahap evaluasi pembelajaran proyek.

          a. Tahap Perencanaan Pengajaran Proyek

           Tahap perencanaan ini pada dasarnya sama dengan tahap perencanaan  pembelajaran pada umumnya. Tetapi dalam pembelajaran ini bertujuan untuk mengerjakan proyek, maka keluasan pembelajaran tentu akan bersifat komplek. Lebih-lebih dalam pembelajaran praktik kejuruan, pekerjaan proyek membutuhkan keterampilan dasar yang sangat komplek. Dengan demikian perencanaannya harus dibuat serinci mungkin, sehingga dapat memberi tuntunan secara jelas dalam pelaksanaan.

           Adapun langkah-langkah penting yang harus dilakuan dalam perencanaan metode proyek adalah: (a) merumuskan tujuan proyek, (b) menganalisis karakteristik siswa, (c) merumuskan strategi dan waktu yang dibutuhkan, (d) membuat lembar kerja atau gambar kerja secara lengkap, (e) merancang kebutuhan sumber-sumber belajar, (f) merancang alat  evaluasi.

             b. Tahap Pelaksanaan Praktik  

          Agar pelaksanaan praktik dapat   berjalan sesuai dengan rencana serta  dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan, maka diperlukan beberapan persiapan praktik. Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan dalam tahap pelaksanaan ini adalah: (a) mempersiapkan segala sumber yang diperlukan, (b) pada permulaan praktik instruktur menjelaskan tugas proyek dan lembar kerja secara  rinci, (c) membagi siswa kedalam kelompok-kelompok sesuai dengan tugas proyek yang dikerjakan dan, (d) mengerjakan proyek.

              c. Tahap Evaluasi

          Tahap evaluasi merupakan tahap penting dalam pembelajaran metode proyek.Agar instruktur mengetahui  sejauh  mana tujuan pembelajaran praktik dapat tercapai, maka instruktur harus melakukan evaluasi. Agar  hasil evaluasi betul-betul dapat mengukur pencapaian tujuan pembelajaran, maka evaluasi harus dilakukan sesuai dengan prosedur-prosedur evaluasi yang benar (Wena,1996).

          Beberapa  langkah penting yang harus diperhatikan dalam melakukan evaluasi metode proyek adalah: (a) sebelum alat evaluasi yang dirancang digunakan, sebaiknya alat evaluasi itu diuji coba terlebih terdahulu, (b) setelah diujicoba, lihat kelemahan atau kekurangan-kekurangan alat evaluasi itu, kemudian revisi, (c) lakukan evaluasi, dan (d) analisis evaluasi.Dengan dilakukan evaluasi secara   lengkap, maka kemajuan  belajar siswa, dapat diketahui secara jelas.

C. Tinjauan Tentang Hasil Belajar

           Hasil belajar merupakan suatu hal yang dimiliki oleh siswa setelah mengikuti proses pembelajaran yang digunkan untuk menentukan tingkat keberhasilan siswa dalam menguasai dan memahami materi pelajaran. Nana Sudjana (1995:22 ) mengemukakan bahwa : “Hasil belajar adalah kemampuan–kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia  memperoleh pengalaman belajarnya.”

            Sementara itu Gagne dan Briggs (1978:49-55) dalam Yunita (2008:14)  mengemukakan  bahwa:

“Hasil belajar yang berkaitan dengan lima kategori tersebut adalah : (1) ketrampilan intelektual adalah kecakapan yang berkenaan dengan pengetahuan prosedural yang terdiri atas deskriminasi jamak, konsep konkret dan terdefinisi kaidah serta prinsip, (2) strategi kognitif adalah kemampuan untuk memecahkan masalah–masalah baru dengan jalan mengatur proses internal masing – masing individu dalam memperlihatkan, mengingat dan berfikir, (3) informasi verbal adalah kemampuan untuk mendiskripsikan sesuatu dengan kata-kata dengan jalan mengatur informasi –informasi yang relevan, (4) ketrampilan motorik adalah kemampuan untuk melaksanakan dan mengkoordinasikan gerakan–gerakan yang berhubungan dengan otot, (5) sikap merupakan kemampuan internal yang berperan dalam mengambil tindakan untuk menerima atau menolak berdasarkan penilaian terhadap obyek tersebut.”

Sedangkan Bloom (1976:201-207) menyatakan bahwa:  ”Hasil belajar dibagi menjadi tiga  kawasan  yaitu kognitif, afektif dan psikomotor.” Kawasan kognitif berkenaan dengan ingatan atau pengetahuan dan kemampuan intelektual serta ketrampilan- ketrampilan. Kawasan afektif menggambarkan sikap-sikap, minat dan nilai serta pengembangan pengertian atau pengetahuan dan penyesuaian diri yang memadai. Kawasan  psikomotor adalah kemampuan–kemampuan menggiatkan dan mengkoordinasikan gerak.

Kawasan kognitif dibagi atas enam macam kemampuan intelektual mengenai lingkungan yang disusun secara hirarkis dari yang paling sederhana  sampai kepada yang paling kompleks, yaitu (1) pengetahuan adalah kemampuan mengingat kembali hal-hal yang telah dipelajari, (2) pemahaman adalah kemampuan menangkap makna atau arti suatu hal, (3) penerapan adalah kemampuan mempergunakan hal – hal yang telah dipelajari untuk menghadapi situasi–situasi baru dan nyata, (4) analisis adalah kemampuan menjabarkan sesuatu menjadi bagian–bagian sehingga struktur organisasinya dapat dipahami, (5) sintesis adalah kemampuan untuk memadukan bagian–bagian menjadi satu keseluruhan yang berarti, (6) penilaian adalah kemampuan memberi harga sesuatu hal berdasarkan kriteria intern atau kelompok atau kriteria ekstern atapun yang ditetapkan lebih dahulu.

D. Tinjauan Tentang Pembelajaran Praktik Pemeliharaan/Servis Engine dan 

     Komponen-Komponennya.

      Kompetensi Pemeliharaan/ Servis Engine dan Komponen-Komponennya merupakan salah satu kompetensi yang harus dimiliki siswa SMK dari program keahlian Teknik Mekanik Otomotif dengan tujuan agar siswa memiliki pengetahuan, keterampilan dan sikap. Standar kompetensi yang ditargetkan adalah mampu memelihara/servis engine dan komponen-komponennya sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

  1. Prinsip Kerja Engine

Engine adalah komponen yang menghasilkan tenaga putar pada kendaraan, sehingga kendaraan dapat berjalan. Tenaga yang dihasilkan mesin berasal dari hasil proses pembakaran bahan bakar dan udara didalam ruang silinder (ruang bakar) yang telah di kompresikan oleh piston. Ruang bakar berhubungan langsung dengan katup masuk, katup buang dan pemasangan busi. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar dibawah ini.

                                         

                                         Gambar 1. Mesin pembakaran dengan busi

            Proses yang terjadi pada mesin sehingga menghasilkan tenaga (usaha) dimulai dari Proses Isap atau masuknya campuran bahan bakar dan udara dalam bentuk gas kedalam ruang silinder pada saat torak bergerak dari Titik Mati Atas (TMA) ke Titik Mati Bawah (TMB) dan katup masuknya terbuka.

            Gas didalam ruang silinder selanjutnya di kompresikan (Proses Kompresi)oleh piston pada saat piston bergerak dari TMB ke TMA dimana saat itu katup masuk dan katup buang tertutup, sehingga tekanan didalam ruang bakar menjadi sangat tinggi. Sebelum berakhirnya langkah kompresi yaitu saat beberapa derjad piston mencapai TMB maka busi meloncatkan bunga api sehingga campuran gas didalam ruang silinder terbakar.

            Proses pembakaran ini menghasilkan tenaga panas yang menyebabkan terjadinya Tenaga (Proses Usaha) piston bergerak ke TMB. Akibat gerakan turun naik piston  ini maka poros engkol yang berhubungan dengan piston akan berputar dan putaran ini akan diteruskan ke roda kendaraan.

            Selanjutnya hasil proses pembakaran di dalam ruang silinder tadi yang berbentuk asap dan gas bekas akan di keluarkan  saat  Proses Buang terjadi yaitu pada saat torak bergerak lagi dari TMB ke TMA dan katup buang terbuka. Gas bekas tersebut akan keluar ke knalpot melalui saluran buang. Selanjutnya terjadi lagi proses isap-proses kompresi-proses usaha-proses buang, begitu seterusnya selama mesin hidup.

            Prinsip kerja mesin diatas disebut dengan prinsip kerja mesin 4 langkah (Four –Stroke Engine) atau mesin 4 tak, karena tiap satu siklusnya terdiri dari 4 langkah piston.

  1. Prosedur Pemeliharaan Engine Bensin ( Tune up Engine)

          Engine yang sudah  dioperasikan  akan  mengalami  perubahan fisik pada komponen-komponennya seperti pada: blok motor, kepala silinder, mekanik katup,  poros engkol,  kelengkapan piston,  poros nok dan  yang lainnya. Perubahan fisik tersebut  dapat mengganggu kinerja engine. Untuk mengatasi hal  tersebut perlu  dilakukan  perawatan  secara rutin/berkala, agar tingkat perubahan  yang  terjadi  dapat  ditekan   seminimal mungkin. Perawatan rutin komponen-komponen  engine  dilakukan  tidak secara langsung pada komponen-komponen tersebut di atas,  tetapi pada sistem-sistem   yang    mendukung    kinerja    engine.     Pada    industri otomotif  perawatan  rutin  terhadap   komponen-komponen  engine disebut dengan Tune-up engine. Adapun perawatan yang dimaksud meliputi:

a.       Perawatan Sistem Pendinginan

Gangguan  pada  sistem  pendinginan  secara   umum  akan berakibat meningkatnya  suhu  kerja  engine  yang  akhirnya akan mengganggu kinerja engine. Gangguan langsung yang dirasakan antara lain: tenaga  berkurang, bahan bakar boros, komponen-komponen engine mengalami kerusakan pekerjaan perawatan berkala pada sistem pendinginan meliputi:

1)   Pemeriksaan tinggi permukaan air pendingin

2)      Memeriksa kondisi air pendingin

3)      Memeriksa sistem pendinginan

4)      Memeriksa kerja tutup radiator

5)      Memeriksa tali kipas

6)      Memeriksa dan menyetel tegangan tali kipas

b.      Membersihkan saringan udara/Air filter

c.       Memeriksa Baterai

d.      Memeriksa Sistem Pelumasan

                                        1)      Memeriksa tinggi oli

                                        2)      Memeriksa kondisi oli

                                        3)      Mengganti saringan oli (oil filter)

e.       Memeriksa, membersihkan dan menyetel busi

f.       Memeriksa kabel tegangan tinggi

g.      Distributor

1)    Memeriksa tutup distributor

2)   Menyetel celah platina atau celah udara

3)   Memeriksa sudut Dwell

4)   Memeriksa saat pengapian

5)   Memeriksa kerja governor advancer

6)   Memeriksa governor advancer dengan engine hidup

7)   Memeriksa kerja Vacum advancer

h.      Menyetel Celah Katup

i.        Memeriksa Karburator

j.        Penyetelan Putaran dan Campuran Idle

k.      Mengukur Konsentrasi CO Pada Gas Buang

l.        Memeriksa Tekanan Kompresi

E. Kerangka Konseptual

           Kerangka konseptual merupakan kegiatan berpikir yang menjadi dasar bagi peneliti dalam melakukan penelitian. Secara grafis pemikiran yang dilakukan oleh peneliti dapat digambarkan dengan bentuk diagram sebagai

berikut :

Diagram 1. Kerangka Berpikir

Text Box: KONDISI AWAL

F. Hipotesis Tindakan

 

           Diduga dengan Menerapkan metode tugas proyek dapat meningkatkan kualitas belajar praktik Pemeliharaan/ Servis Engine dan Komponen-Komponennya di kelas XI Teknik Mekanik Otomotif SMK Negeri 2 Sungai Penuh Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2008/2009.

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

 

A. Setting Penelitian

1.      Tempat Penelitian

   Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan di Kelas XI Teknik Mekanik Otomotif 1 SMK Negeri 2 Sungai Penuh dengan jumlah siswa 35 orang, karena kelas tersebut tingkat kemampuannya rata-rata sedang dan peneliti  mengajar dikelas tersebut.

2.       Lokasi Penelitian

            Nama sekolah          : SMK Negeri 2 Sungai Penuh

            Alamat                    : Jl. Raya Kayu Aro KM. 03 Sungai Penuh

            Kecamatan              : Pesisir Bukit

            Kabupaten/Kota      : Kota Sungai Penuh

            Provinsi                   : Jambi

            Telpon/ Fax             : (0748) 21070/ (0748) 21070)

3.      Waktu Penelitian

    20

   Penelitian ini  direncanakan selama 3 (dua ) bulan yaitu pada bulan Juli sampai dengan  bulan September 2008 tepatnya pada semester ganjil tahun pelajaran 2008/2009. Waktu penelitian ini  sesuai dengan program pembelajaran Kompetensi Kejuruan Teknik Mekanik Otomotif  yang telah ditetapkan pada Kurikulum Program Studi Keahlian Teknik Mekanik Otomotif SMK Negeri 2 Sungai Penuh Semester Ganjil tahun pelajaran 2008/2009. Untuk lebih jelasnya rincian waktu penelitian dapat dilihat pada tabel  berikut.

 Tabel 1. Jadwal kegiatan Penelitian.

No.

Kegiatan

Waktu

Tempat

1

Pengurusan surat ijin penelitian

Minggu ke-1 Juli 2008

SMKN 2 Sungai Penuh

2

Penyusunan proposal penelitian

Minggu ke-2  Juli 2008

SMKN 2 Sungai Penuh

3

Koordinasi persiapan alat dan dokumen penelitian

Minggu ke-3 Juli 2008

SMKN 2 Sungai Penuh

4

Pelaksanaan penelitian

Minggu ke-4 Juli s/d minggu ke-4 September 2008

SMKN 2 Sungai Penuh

5

Mengolah data penelitian

Minggu ke 1 – 2 Oktober 2008

SMKN 2 Sungai Penuh

6

Pembuatan laporan penelitian

Oktober-November 2008

SMKN 2 Sungai Penuh

7

Perbaikan-perbaikan,

Desember 2008

SMKN 2 Sungai Penuh

B. Subjek Penelitian 

          Subjek penelitian adalah peserta didik kelas XI Teknik Mekanik Otomotif 1 Program Keahlian Teknik Mekanik Otomotif di  SMK Negeri 2 Sungai Penuh yang terdaftar pada tahun pelajaran 2008/2009 dengan jumlah peserta didik 35 orang  laki-laki dengan tingkat kemampuan  rata-rata sedang.

C. Sumber Data

          Sumber data adalah siswa kelas XI Teknik Mekanik OtomotifSMK Negeri 2 Sungai Penuh tahun pelajaran  2008/2009 dengan jumlah peserta didik 35 orang.

D.  Teknik Dan Alat Pengumpulan Data

         Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah: teknik tes dan teknik non tes. Teknik tes meliputi tertulis, lisan dan perbuatan digunakan untuk pengumpulan data tentang tingkat pemahaman kognitif peserta didik. Sedangkan teknik non tes yang meliputi wawancara, pengamatan, chek list dsb, digunakan untuk pengumpulan data tentang perubahan sikap dan perilaku yang terjadi pada siswa. Sedangkan alat pengumpulan data atau instrumen penelitian yang digunakan:

1)      Instrumen pengamatan minat siswa

2)      Proposal praktek.

3)      Lembar pengamatan siswa

4)      Instrumen penilaian benda kerja

5)      Laporan praktek.

Untuk selanjutnya data akan diolah dengan menggunakan kriteria penilaian sebagai berikut:

a.       Penilaian Teori

              Tabel 2. Kriteria penilaian teori

 

No.

 

Tipe Penilaian

Jumlah Soal

Skor Maksimal

 

1.

 

Essay (80%)

 

10

 

100

 

2.

 

Penugasan (20%)

 

5

 

100

 

Jumlah

 

 

b.      Penilaian Praktek

Tabel 4. Kriteria penilaian praktik

No.

Tipe Penilaian

Bobot

Skor Maksimal

1.

Perencanaan dan Proses Kerja

25%

100

2.

Hasil Kerja

55%

100

3

Waktu

5%

100

4.

Penampilan

5%

100

5.

Sikap Kerja

10%

100

Jumlah

100%

Nilai akhir = 0,3 Nilai Teori + 0,7 Nilai Praktek

Syarat lulus (tuntas): Skor minimal 70

E.     Validasi Data

         Validasi diperlukan agar diperoleh data yang valid. Pada penelitian ini data yang dikumpulkan adalah data hasil nilai ujian tes awal, siklus 1dan  2 dan data hasil pengamatan.Sedangkan untuk data kualitatif, dilakukan validasi melalui triangulasi, baik triangulasi sumber maupun trianggulasi metode.

 

F. Analisis data

 Data dianalisis secara deskriptif komparatif yaitu mengemukakan fakta-fakta dan temuan-temuan yang terjadi selama penelitian berlangsung dan membandingkan nilai tes antar siklus maupun dengan indikator keberhasilan. Analisis data bertujuan untuk melihat apakah terdapat peningkatan hasil belajar. Dalam analisis nilai digunakan rumus :

      Rata-rata hitung :    

      Keterangan         :     rata-rata  tes

                                  nilai peserta tes

                                       N = Banyak peserta tes

G. Indikator Keberhasilan     

            Indikator Keberhasilan dengan menggunakan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditetapkan  dalam  KTSP, yaitu :

1.Peserta didik dikatakan tuntas belajar secara individu, jika peserta didik     tersebut telah menguasai 70% dari materi yang diuji.

2.Peserta didik dikatakan tuntas secara klasikal bila 85% dari seluruh pengikut tes sudah menguasai 70% dari materi yang diujikan.

 

H. Prosedur Penelitian

          Prosedur Tindakan direncanakan dilaksanakan dalam 3 siklus, yang masing-masing siklus terdiri dari: 

  1. Perencanaan (Planning)
  2. Tindakan (Action)
  3. Pengamatan (Observation)
  4. Refleksi (Reflektion)

           Setiap siklus 2 kali pertemuan.  Tiap siklus dilaksanakan berdasarkan indikator yang ingin dicapai pada setiap faktor yang diselidiki.

      1.  Rencana Tindakan

           Rencana tindakan dalam penelitian  ini meliputi kegiatan antara lain :

a.       Jumlah siswa yang menjadi subyek penelitian ini 35 orang.

b.      Materi pengajaran dalam penelitian ini adalah (a) Prinsip kerja engine , (b) Prosedur pemeliharaan/servis engine dan komponen-komponennya dan (c) Tune-up engine .

c.       Metode pengajaran yang digunakan adalah metode pendekatan tugas  proyek.

d.      Teknik prosedur pemantauan yang digunakan adalah catatan lapangan.

     2. Pelaksanaan Tindakan

          Prosedur pelaksanaan tindakan yang dilakukan dalam penelitian ini mengacu pada pendapat yang disarankan Kemmis, dkk (1982). Berpijak pada prosedur yang disarankan Kemmis, maka pelaksanaan tindakan diatur sebagai berikut :

  1. Langkah pertama dilakukan perencanaan seperti pada butir 1 di atas.
  2. Tindakan dan observasi I : Kegiatan ini meliputi penerapan metode dan materi pengajaran praktik yang telah disiapkan. Dalam pelaksanaan tindakan ini peneliti sekaligus melakukan observasi, mendokumentasikan pengaruh tindakan terkait yang dilakukan. Dalam hal ini yang diamati meliputi masalah proses tindakan, pengaruh tindakan (yang disengaja dan tak sengaja), keadaan dan kendala tindakan, cara keadaan dan kendala tersebut menghambat atau mempermudah tindakan yang telah direncanakan dan pengaruhnya, persoalan lain yang timbul. Hasil pengamatan dan dokumentasi didiskusikan bersama tim.
  3. Refleksi I : Dalam tahap ini dilakukan diskusi antar tim, guna merenungkan kembali suatu tindakan persis seperti yang telah dicatat dalam observasi. Kegiatan ini berusaha berusaha memahami proses, masalah, persoalan dan kendala yang nyata dalam tindakan yang telah berlangsung. Dari hasil refleksi ini, akan diadakan perubahan rencana tindakan untuk kegiatan berikutnya.
  4. Rencana Tindakan Terevisi I : Pada tahap ini dilakukan perencanaan tindakan kembali dengan proses yang telah direvisi sesuai dengan hasil revisi pada tahap refleksi I.
  5. Tindakan dan Observasi II : Pada tahap ini dilakuan tindakan sesuai dengan rencana tindakan terevisi I. Dalam melaksanakan tindakan ini  peneliti sekaligus melakukan observasi mendokumentasikan pengaruh tindakan terkait yang dilakukan. Dalam hal ini yang diamati meliputi masalah proses tindakan, pengaruh tindakan (yang disengaja dan tak sengaja), keadaan dan kendala tindakan, cara keadaan dan kendala tersebut menghambat atau mempermudah tindakan yang telah direncanakan dan pengaruhnya, dan persoalan lain yang timbul. Hasil pengamatan dan dokumentasi didiskusikan bersama tim.
  6. Refleksi II  : Pada tahap ini dilakukan diskusi antar tim, guna merenungkan kembali suatu tindakan tahap II  persis seperti yang telah dicatat dalam observasi tahap II. Kegitan ini berusaha memahami proses, masalah, persoalan dan kendala yang nyata dalam tindakan yang telah berlangsung. Dari hasil refleksi ini, akan diadakan perubahan rencana tindakan untuk kegiatan berikutnya.
  7. Rencana Tindakan Terevisi II : Pada tahap ini dilakukan perencanaan tindakan kembali dengan proses yang  telah direvisi sesuai dengan hasil revisi pada tahap refleksi II.
  8. Demikian seterusnya proses ini berlangsung sampai hasil yang diharapkan tercapai.
About these ads

2 thoughts on “PTK Teknik Otomotif SMK

  1. assalamualaikum pak arif, saya deni guru produktif teknik sepeda motor, mohon ijin mengutip Proposal PTK yang bapak buat, sebagai acuan saya menyusun proposal PTK

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s