Contoh Proses Pembelajaran Bermasalah

Posted on Updated on

contoh, cuplikan proses pembelajaran bermasalah :

 

Ketika guru masuk kelas, pada jam 7.30 pagi, para siswa kelas X  itu sangat ribut. Beberapa mondar-mandir di depan kelas, beberapa berkelakar, dan yang lain bercakap-cakap satu sama lainnya. Sadar gurunya sudah datang mereka terdiam dan mencari meja masing-masing. Mereka lalu duduk manis, tangan di meja, dengan tangan kanan menumpangi tangan kiri. Guru memberi salam, “Good morning, children.” Siswa menjawab, “Good morning, Mam.” “Is anybody absent?” Tidak ada yang menjawab. Lalu dia mengulangi pertanyaan dalam bahasa Indonesia, “Ada yang tidak masuk?” Mereka saling berpandangan sebentar. “Tidak ada, Bu,” kata Sutanto, ketua kelasnya. “Bagus. Hari ini kalian akan belajar nama-nama binatang. Kalian sudah siap?” “Sudah, Bu,” jawab siswa serentak. “Good. Prepare your pens and notebooks. Copy the words from the board. ” Tidak ada yang menanggapi. “Kalian mengerti maksud Ibu?” “Tidak, Bu,” jawab siswa serentak. Guru lalu menyampaikan pesan yang sama dalam bahasa Indonesia. Sementara siswa menyiapkan buku dan pena mereka, guru menulis 15 nama binatang dalam bahasa Indonesia di papan tulis, berderet ke bawah. Setelah selesai, dia berkeliling kelas melihat-lihat apakah siswanya menulisnya dengan benar ejaannya. Kadang dia berhenti untuk membantu murid yang mengalami kesulitan. Setelah siswa selesai menuliskan ke-15 nama binatang tersebut, dia meminta anak-anak melihat papan tulis. “Siapa yang tahu bahasa Inggrisnya nama binatang-binatang ini?” Semua siswa diam sambil melihat ke papan tulis dan sebagian ada yang menundukkan kepala. “Ibuk ulangi…siapa yang tahu bahasa inggrisnya nama-nama binatang yang ibuk tulis di depan…? Akhirnya Sutanto tunjuk jari. “Bagaimana yang lain?” Tidak ada yang menanggapi. “Baiklah. Apa yang kamu ketahui, Susanto?” “Saya tahu dua saja, Bu. Kucing disebut /cat/ (diucapkan seperti kalau membaca bahasa Indonesia) dan sapi /cow/.” “Coba kamu tulis dua nama itu di samping nama bahasa Indonesia di papan tulis itu,” pinta gurunya. “Bagus. Tetapi membacanya tidak begitu.” Dia memberikan contoh melafalkan kedua nama tersebut secara benar dan minta siswa untuk menirukan bersama-sama. Kemudian dia melengkapi nama-nama 15 binatang dalam bahasa Inggris. Kemudian dia mengambil alat penunjuk dan minta siswa untuk menirukan guru. Dengan menunjukkan alat itu ke nama-nama bahasa Inggris binatang di papan tulis satu per satu, dia melafalkan nama itu dan siswanya menirukannya secara klasikal. Kemudian dia minta separuh kelas (sisi kanan) menirukan dan separuhnya lagi (sisi kiri) mendengarkan, dan sebaliknya. Langkah ini diikuti pengecekan secara individual dengan minta 6 orang murid satu per satu menirukan pelafalan nama-nama binatang tersebut. Kegiatan terakhir menirukan dilakukan seluruh kelas. (Lafal guru sempurna).

Lalu guru berkata, ”I like birds. I do not like cats. Do you like cats, Surti?” Surti diam. “Saya suka burung. Saya tidak suka kucing. Apakah kamu suka kucing, Surti?” “Tidak, Bu.” “Kamu, Tanto?” “Ya, Bu.” Lalu dia menuliskan di papan tulis kalimat

1. I like birds. I do not like cats; 2.Tanto likes cats; 3.Surti does not like cats. Lalu dia menerjemahkan empat kalimat dalam bahasa Indonesia. Sisw diminta menurun empat kalimat tersebut dalam bukunya dan dia berkeliling kelas untuk memeriksa apakah mereka benar dalam ejaan. Beberapa kali dia membantu murid yang salah ejaannya.

Setelah selesai menulis, siswa diminta melihat papan tulis dan membuat dua kalimat sejenis dengan contoh nomor 1 dan 2 sesuai dengan binatang yang disukai dan tidak disukai. Lalu sekitar separuh kelas diminta maju satu per satu untuk membaca kalimatnya. Guru membetulkan lafal yang salah. Karena waktu sudah habis, guru memberi PR dengan meminta setiap anak untuk menanyakan 10 teman, boleh teman sekelas atau kakak/adik kelas binatang apa yang

mereka sukai dan tidak sukai di antara 10 binatang yang ada dalam daftar. ….

Coba Anda Sebutkan beberapa permasalahan yang terdapat pada proses belajar mengajar diatas …!

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s